Menikmati hidup
Buatku hidup itu terasa lucu.
Selain itu juga terasa singkat, menyenangkan, indah dan tidak pernah membuat puas.
Bayangkan saja, dari 43 tahun kehidupan, rasanya aku sudah melakukan banyak hal.
Bekerja dari usia muda, jalan-jalan ke beberapa tempat, menemukan cinta, memiliki anak dan merawatnya, berhenti bekerja dan menjadi full time mom.
Dan tidak hanya hal-hal bagus, tapi juga hal-hal yang rasanya lebih baik dilupakan.
Patah hati, sakit hati, masalah dengan orang tua dan sakit.
Banyak hal yang setiap hari dijalani, tapi juga di waktu yang bersamaan rasanya seperti tidak nyata. Kadang saat mau tertidur, mereview ulang apa yang terjadi sehari tadi dan merasa "kok cuma begini, tapi kok waktuku habis".
Aku juga bukan orang yang pintar menulis, tidak pintar menuangkan pikiran.
Berpikir dalam bahasa ibu dan bahasa Inggris yang terpatah-patah.
Menulis banyak diary tapi malu membaca ulang.
Memulai banyak blog tapi tidak menuntaskannya.
Tapi, mungkin ini saatnya aku belajar lagi.
Sama seperti belajar Matematika dasar lagi supaya bisa mengajari Eba yang sekarang karena Covid-19 harus home learning, aku juga belajar lagi untuk menulis.
Menulis apa saja.
Menulis untuk melatih otakku yang kaku karena sekarang sudah tidak ngantor, mengeluarkan kosa kata yang cuma dicari di kamus tapi terlalu canggih untuk dimasukkan ke percakapan sehari-hari, menyimpan kepingan-kepingan memory yang satu hari nanti bisa kubaca ulang tanpa malu hati.
Sekarang, mari kita menikmati hidup... karena sekarang baru terasa bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dijalani ^_^
Comments
Post a Comment